Solid GoldSolid Gold – Kejaksaan Agung menargetkan terpidana mati perkara narkoba, Freddy Budiman, bisa masuk dalam jajaran narapidana hukuman mati yang akan segera dieksekusi kloter III tahun ini. Eksekusi mati Freddy di jilid ketiga ini sudah rampung.

Hal itu didasarkan hasil sidang Peninjauan Kembali (PK) Freddy Budiman yang ditolak Mahkamah Agung. Menurut Jaksa Agung HM Prasetyo, keputusan penolakan PK oleh Freddy sejalan harapan Kejaksaan Agung supaya dia segera bisa dieksekusi.

“Ya justru itu (PK ditolak) yang kita harapkan. PK itu terpidana yang putusan pengadilannya sudah inkrah, masih diberi kesempatan buat PK. Tapi PK dasarnya harus kuat, harus bisa membuktikan adanya bukti baru. Freddy apa bukti baru dia?” tanya Prasetyo usai salat Jumat di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (22/7/2016).

Freddy adalah terpidana mati kasus narkoba. Dia ditangkap pada 2012 karena memiliki 1.412.476 pil ekstasi. Lalu, pada Juni 2013 atau saat proses persidangan kasusnya, Freddy membangun pabrik ekstasi di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Cipinang. Akibatnya, pada 30 Juli 2013, Freddy dipindahkan ke Nusakambangan, Cilacap.

Freddy sempat dipinjam kepolisian untuk dimintai keterangan lantara diduga masih mengendalikan peredaran narkoba dari dalam penjara. Dia dititipkan di LP Gunung Sindur, dan kembali ke LP Pasir Putih, Nusakambangan, pada 16 April 2016.

Prasetyo mengatakan, keputusan yang dikeluarkan MA merupakan kabar gembira untuk masyarakat. “Kalau MA betul sudah keluarkan putusan itu, alhamdulillah. Itu yang kita harapkan. Masyarakat sudah menunggu sekali,” ungkap Prasetyo.

Prasetyo mengisyaratkan Freddy segera dieksekusi. Eksekusi tersebut supaya peredaran narkoba bisa ditekan dengan efek eksekusi tersebut.

“Freddy Budiman akan ikut gelombang ini? Menurut kamu gimana, Anda mewakili masyarakat bahwa masyarakat menghendaki semua segera diselesaikan,” kata Prasetyo.

Jaksa Agung menambahkan proses persiapan eksekusi sudah hampir rampung. Itu menyiratkan bahwa waktu eksekusi sudah menghitung hari.

“Itu kan ada tahapannya sebelum dieksekusi. Kalau (warga) asing ya beritahukan kepada kedutaan besarnya, namanya notifikasi. Yang bersangkutan juga harus diisolasi dulu. Nanti kita persiapkan juga rohaniwan dan sebagainya, termasuk regu tembak,” tegasnya.

Prasetyo juga menegaskan kembali bahwa persiapan eksekusi mati akan segera dilakukan dengan ditandai persiapan tempat sudah selesai. “Tempatnya sudah disiapkan,” katanya.

Prasetyo enggan menjelaskan kapan waktu eksekusi. Sebab hal itu bersifat rahasia guna menghindari potensi ancaman penggagalan.

“(Notifikasi atau pemberitahuan ke pihak terkait) Tidak usah disampaikan ke masyarkat. Itu lah bedanya kita dengan negara lain. Coba kita dengar, untuk eksekusi bahkan kita gak tahu,” terangnya.

Ia juga enggan mengumbar berapa jumlah dan keterangan lebih rinci identitas narapidana yang akan dieksekusi. “Jumlahnya berapa nanti lah saya kasih tahu, jangan sekarang,” tukasnya.

Sementara itu, pihak terkait dalam pelaksanaan eksekusi, yaitu kepolisian, menyatakan bahwa persiapan sudah hampir rampung. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya siap memdukung kejaksaan melaksanakan eksekusi.

Eksekutor atau regu tembak pun sudah siap dan terlatih. “Kita lakukan secara teknis . Itu biasa kita lakukan,” kata Tito.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s