Solid Gold

PT. Solid Gold Berjangka – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memerintahkan bawahannya untuk menemui Koordinator Kontras, Haris Azhar terkait pernyataan terpidana mati Freddy Budiman soal keterlibatan oknum pejabat Polri dan BNN dalam operasi jaringannya.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar, mengaku sudah berkoordinasi dengan Koordinator Kontras Haris Azhar dan berencana bertemu.

Namun, di mana pertemuan berlangsung dan kapan, jenderal bintang dua itu enggan membocorkan.

“Ada, saya sudah janjian. Adalah pokoknya,” kata Boy,” Sabtu (30/7/2016) saat ditanya soal kapan waktu pertemuan keduanya.

Mantan Kapolda Banten ini menegaskan maksud dirinya menemui Haris, yakni untuk mengetahui kebenaran informasi dan detailnya.

Sebab, menurut Boy, Polri tidak ingin pernyataan yang sudah viral dan menyebar luas itu malah menjadi fitnah.

“Kalau memang itu adalah sebuah kebenaran mari kita dukung. Kami juga komitmen dengan Kapolri. Kami ingin obyektif, kami tuntaskan. Mudah-mudahan bisa menguak kebenaran yang ada,” kata Boy.

Kesaksian Freddy, menurut Haris, didapat pada masa kesibukan berikan pendidikan HAM kepada masyarakat di masa kampanye Pilpres 2014.

Haris memperoleh undangan dari salah satu organisasi gereja yang aktif memberikan pendampingan rohani di Lapas Nusakambangan.

Dalam kesempatan itu, Haris antara lain bertemu dengan John Refra alias John Kei. Ia juga sempat bertemu dengan Rodrigo Gularte, terpidana mati gelombang kedua, April 2015.

Menurut Haris, Freddy bercerita ia hanyalah sebagai operator penyelundupan narkoba skala besar. Saat hendak mengimpor narkoba, Freddy menghubungi berbagai pihak untuk mengatur kedatangan narkoba dari China.

“Kalau saya mau selundupkan narkoba, saya acarain (atur) itu. Saya telepon polisi, BNN, Bea Cukai dan orang yang saya hubungin itu semuanya titip harga,” kata Haris mengulangi cerita Freddy, di Kontras, Jakarta, Jumat (29/7/2016).

Freddy bercerita kepada Haris, harga narkoba yang dibeli dari China seharga Rp 5.000. Sehingga, ia tidak menolak jika ada yang menitipkan harga atau mengambil keuntungan penjualan Freddy.

Oknum aparat disebut meminta keuntungan kepada Freddy dari Rp 10.000 hingga Rp 30.000 per butir.

(qq, Solid Gold)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s